Sebuah lukisan tua berusia lebih 500 tahun yang digantung di salah satu sudut dinding Museum Louvre di kota Paris, Perancis terus menjadikan misteri yang membingungkan khalayak ramai hingga saat ini. Lukisan cat minyak tersebut menggambarkan seorang gadis yang tidak dinafikan lagi kecantikannya.
Dia kelihatan menghadap ke arah pelukis dengan kedua pergelangan tangannya dirapatkan antara satu sama lain. Sekitar 1503, lukisan itu dibuat oleh Da Vinci.
Ketakjuban akan senyuman itu menyebabkan ia menjadi suatu obyek penelitian. Para ahli psikologi dan pengkaji seni berusaha untuk menafsirkan makna di sebalik senyuman Mona Lisa. Sudut-sudut terkecil dalam lukisan berkenaan diteliti demi upaya untuk membongkar rahasia yang menyelubungi lukisan wanita tersebut. Dengan kecanggihan teknologi olah digital, sosok didalam lukisan direka ulang untuk mengetahui perasaan sang model ketika ia melepaskan senyuman seunik itu.Program komputer yang dikembangkan di Universitas Illinois dan Universitas Amsterdam membandingkannya dengan berbagai ekspresi wajah manusia. Mengukur dengan sangat teliti bentuk seperti lengkungan bibir dan kerutan sekitar mata untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Hasilnya, program ‘pengenal emosi’ itu memberikan kesimpulan bahwa wanita dalam lukisan Da Vinci tengah berada dalam beberapa kondisi emosional, 83 persen dikatakan gembira, sembilan persen muak, enam persen takut dan dua persen marah.
Pada tahun 2003 ilmuwan dari Harvard University mengatakan bahwa cara mata-nya memandang membuatkan senyuman Mona Lisa hanya tampak unik ketika seseorang memandang bagian lain dari lukisan tersebut. Baru-baru ini pula, sekumpulan penyelidik Kanada mencoba membongkar misteri dengan mengasumsikan bahwa senyuman Mona Lisa sebagai tanda kegembiraan wanita yang baru saja melahirkan anak keduanya.
Asumsi tersebut berdasarkan penemuan beberapa pengkaji yang mengamati bagian lukisan menggunakan cahaya inframerah dan teknik tiga dimensi. Dengan teknik-teknik itu, mereka dapat melihat goresan cat lapisan demi lapisan yang dihasilkan Da Vinci, selain menjumpai bagian yang tidak dapat dilihat mata kasar.
“Dari pengamatan yang sangat mendalam terhadap lukisan, jelas terlihat bahwa baju yang dikenakan oleh obyek lukisan dilapisi kain kasa lutsinar,” ujar Bruno Mottin dari Pusat Penelitian dan Restorasi Museum Perancis. Kain jenis ini banyak dipakai wanita di Italia yang sedang mengandung atau baru saja melahirkan pada abad ke-16.
Selain senyumannya yang unik, satu lagi keistimewaan gaya lukisan Da Vinci. Bola mata Mona Lisa seakan-akan sentiasa memandang ke arah pengunjung dari setiap arah dan sudut manapun mereka memerhatikan lukisan.
Akan tetapi, misteri yang dikatakan paling utama dari lukisan tersebut adalah siapakah wanita yang dijadikan model oleh Da Vinci tersebut?
Sebuah teori mengatakan sang wanita gembira kerana baru saja melahirkan anak kedua-nya. kemudian dikaitkan bahwa model Mona Lisa sebenarnya ialah Lisa Ghererdini, isteri seorang pedagang bernama Francesco de Giocondo. Nama Mona Lisa yang digunakan juga memiliki arti Madam Lisa. Selain itu, ada beberapa wanita yang dikaitkan sebagai Mona Lisa selain Lisa Ghererdini. Wanita-wanita yang turut dikaitkan sebagai model Mona Lisa ialah Isabella of Aragon, Caterina Sforza dan Constanza d’Avalos.
Seorang penulis, Serge Bramly, mengemukakan teori bahawa model lukisan Mona Lisa adalah ibu Leonardo Da Vinci itu sendiri bernama Caterina. Terdapat juga pengkaji seni yang mengatakan bahwa wajah Mona Lisa yang dilukis Leonardo tanpa merujuk kepada siapapun, sebaliknya berdasarkan kreativitas pelukis itu sendiri. Bagaimanapun juga, teori yang paling mengejutkan dikemukakan oleh Dr. Lillian Schwartz dari Bell Labs yang menyatakan bahwa Mona Lisa sebenarnya adalah wajah Leonardo Da Vinci itu sendiri dalam versi wanita.
Fakta :
- Lukisan itu menjadi populer setelah dicuri dari Muzium Louvre pada 21 Agustus 1911. Seorang pekerja musium bernama Vincenzo Peruggia akhirnya terbukti bersalah atas kasus tersebut. Lukisan itu ditemukan dan dikembalikan kembali ke Museum Louvre dua tahun kemudian.
- Popularitas lukisan Mona Lisa dijadikan sebagai inspirasi karya lagu lebih dari 10 kali, juga diangkat sebagai tema film dan berbagai seni sastra lainnya.
- Nama ‘Mona Lisa’ diberikan kepada lukisan tersebut 31 tahun setelah kematian Da Vinci. Selain Mona Lisa, judul lainnya adalah ‘La Gioconda’.
- Terdapat beberapa perbedaan pendapat yag mengatakan bahawa Mona Lisa membiarkan rambutnya terurai hingga ke bahu seperti terlihat dalam lukisan. Namun hal itu disanggah dengan kenyataan bahwa seakan-akan rambut itu sebenarnya adalah kain pelindung kepala dan hanya beberapa helai rambut yang terlihat. Sebab perbuatan membiarkan rambut bebas terurai di zaman Renaissance adalah ciri wanita muda yang tidak memiliki sopan santun.
Misteri Mona Lisa Terkuak
Baru-baru ini akademisi Jerman percaya mereka telah memecahkan misteri besar tentang identitas wanita yang terpajang selama berabad-abad lalu pada lukisan minyak di atas kayu poplar, yang dibuat oleh seorang masterpiece pelukis renaisans Italiano, Leonardo Da Vinci pada abad ke-16.
Para ahli sejarah dari dulu selalu menduga-duga bahwa Mona Lisa adalah seorang kekasih Da Vinci, ibunya, atau wajah lain dari pelukis yang lahir pada 15 April 1452 di kota Vinci, Firenze dan wafat pada 2 Mei 1519 di Clos Luce, Prancis. Adapula mitos yang menyatakan Mona Lisa adalah gambaran sosok Lisa Gherardini, istri bangsawan dari Firenze, bernama Florence Francesco del Giocondo.Hmmm… Siapakah sebenarnya wanita dengan senyum misterius dalam lukisan Mona Lisa itu? 
Mona Lisa dikenal juga dengan julukan La Gioconda. Mona dalam bahasa Itali adalah singkatan untuk “madonna” artinya “nyonya”. Di Itali, judul lukisan biasanya ditulis sebagai Monna Lisa (pake n ganda). Lalu kata La Gioconda adalah bentuk feminin dari Giocondo, kata Giocondo artinya “riang” dan La Gioconda berarti “wanita riang”. Kemudian dapat disimpulkan bahwa makna dari nama wanita ini adalah Nyonya Lisa Wanita Periang.
Judul lukisan Mona Lisa berasal dari biografi Giorgio Vasari tentang Leonardo Da Vinci, yang dirilis 31 tahun setelah legenda itu meninggal dunia. Pada buku itu disebutkan wanita dalam lukisan Da Vinci adalah Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha kaya raya Firenze yang bernama Francesco del Giocondo.
Para ahli di Universitas Heidelberg, Jerman, meyakinkan, menurut riset pustaka abad 16, dengan bukti sebuah catatan di buku terbitan oktober 1503, sosok itu memang Lisa Gherardini atau Lisa del Giocondo. Catatan yang ditemukan di manuskrip tua itu dibuat oleh seorang pejabat kota Florence,Agostino Vespucci.
Salah satu bagian catatan itu memaparkan komentar yang membandingkan Leonardo dengan seniman Yunani kuno, Apelles. Dan si penulis mengatakan Da Vinci mengerjakan tiga lukisan potret, salah satunya potret Lisa del Giocondo. Catatan yang dipecahkan oleh pakar Universitas Heidelberg itu sebenarnya sudah ditemukan dua tahun lalu oleh Schlecter, pakar manuskrip di Universitas tersebut. Namun butuh waktu yang lumayan lama bagi mereka untuk meyakinkan bahwa itulah bukti yang akan memecahkan misteri Mona Lisa.
Akhirnya, misteri Mona Lisa pun terkuak juga setelah berabad-abad nampang di atas kanvas dan tidak ada alasan lagi untuk keraguan bahwa wanita itu adalah perempuan lain, selain Lisa del Giocondo.
Kini, nama Mona Lisa dan La Gioconda atau La Joconde (di Prancis) tetap abadi untuk selamanya sejak abad ke-19 diterima secara luas oleh masyarakat dunia. Sebelumnya, lukisan ini disebut dengan nama “Wanita dari Firenze” atau “Seorang wanita bangsawan berkerudung tipis”. Lukisan Mona Lisa saat ini masih terpajang di Museum Louvre, Paris. Dia sudah dikunjungi jutaan orang dan menjadi koleksi museum paling banyak dilihat.
Museum Louvre nan megah dengan piramid yang dikelilingi air mancur
Senyuman misteri yang ditunjukkan Monalisa dalam lukisan potret terkenal karya Leonardo da Vinci akhirnya terungkap. Para akademisi Jerman merasa yakin mereka telah berhasil memecahkan misteri yang telah berlangsung beberapa abad di balik identitas gadis cantik yang menjadi obyek lukisan terkenal itu.
Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha kaya Florence, Francesco del Giocondo, telah lama dipandang sebagai model yang paling mungkin bagi lukisan abad 16 tersebut. Namun demikian, para sejarawan seni sering bertanya-tanya apakah mungkin wanita yang tersenyum itu sebetulnya kekasih da Vinci, ibunya atau artis itu sendiri.

Kini para pakar di perpustakaan Universitas Heidelberg menyatakan berdasarkan catatan yang ditulis pemiliknya dalam sebuah buku pada Oktober 1503 diperoleh kepastian untuk selamanya bahwa Lisa del Giocondo-lah model yang sesungguhnya dalam lukisan itu, yang merupakan salah satu lukisan potret terkenal di dunia. “Semua keraguan tentang identitas Monalisa telah pupus menyusul penemuan oleh Dr. Armin Schlechter,” seorang pakar naskah kuno, kata perpustakaan itu dalam pernyataannya.
Hingga kini, hanya diperoleh ”bukti kurang meyakinkan” dari berbagai dokumen abad 16. “Hal ini menciptakan ruang bagi berbagai interpretasi dan ada banyak identitas berbeda dikemukakan,” kata perpustakaan itu. Catatan itu dibuat oleh Agostino Vespucci, seorang pejabat Florence dan sahabat da Vinci, dalam koleksi surat tulisan orator Romawi, Cicero. Tulisan dalam catatan itu membandingkan Leonardo dengan artis Yunani kuno Apelles dan menyatakan ia sedang menggarap tiga lukisan, salah satunya adalah potret Lisa del Giocondo. Temukan informasi unik lainnya hanya di : Klik > Kumpulan 7 Informasi Unik Dan Menarik
Para pakar seni, yang sudah mengaitkan tahun pembuatan lukisan itu pada jaman abad pertengahan itu, menyatakan penemuan Heidelberg itu merupakan terobosan dan penyebutan sebelumnya menghubungkan istri saudagar itu dengan lukisan potret tersebut. “Tak ada alasan untuk terus meragukan bahwa potret ini adalah wanita yang lain,” kata sejarahwan seni Universitas Leipzig, Frank Zoelner, kepada Radio Jerman.
Misteri Lukisan Monalisa.....
Misteri Lukisan Monalisa memang tak diragukan lagi. Banyak pengamat saling beradu argumen tentang apa yang ada dibalik senyumnya.
Nah, kali ini postinganku adalah menampilkan beberapa misteri lukisan monalisa. Tapi sekali lagi, kita menganggap lukisan itu hidup. Maksudnya adalah bagaimana seandainya lukisan itu hidup, lalu apa yang akan dilakukan monalisa....??
Nah, kali ini postinganku adalah menampilkan beberapa misteri lukisan monalisa. Tapi sekali lagi, kita menganggap lukisan itu hidup. Maksudnya adalah bagaimana seandainya lukisan itu hidup, lalu apa yang akan dilakukan monalisa....??
Lukisan Monalisa merupakan salah satu karya agung Leonardo Da Vinci. Apa yang membingungkan adalah, potret lama yang berusia lebih 500 tahun yang dipamerkan di Muzium Louvre di kota Paris, Perancis terus mencetuskan misteri sehingga kini. Sudah tentu mengenai identiti seorang gadis jelita yang mempunyai senyuman yang menawan itu.
Lukisan potret berasaskan cat minyak itu menggambarkan seorang gadis yang tidak dinafikan kecantikannya. Dia kelihatan menghadap ke arah pelukis dengan kedua-dua pergelangan tangannya dirapatkan antara satu sama lain. Lalu dengan kedudukan begitu, Leonardo Da Vinci terus menggerakkan peralatan melukisnya dengan warna tertentu di atas kepingan papan mengikut corak dan pemandangan di hadapan matanya, sekitar 1503.
Pelukis itu mengambil masa lama untuk menyiapkan lukisan itu sebaliknya ketelitian dan pelbagai penekanan dalam proses menghasilkan kerja seni itu menyebabkan potret bergelar Mona Lisa itu siap empat tahun kemudian. Kini, selepas lebih 500 tahun, potret agung bersaiz 53 sentimeter lebar dan 77 sentimeter panjang itu digantung di sebalik cermin yang dilengkapi pengawasan ketat di sebuah galeri khas muzium terbabit.
Sebelum dipindahkan ke galeri khas itu pada April 2005, jutaan peminat dari seluruh dunia mengunjungi Muzium Louvre semata-mata ingin melihat potret yang penuh dengan misteri dan enigma itu.

